Kamis, 13 Juni 2013

makalah perang dunia II

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Perang merupakan masalah abadi yang sudah ada semenjak adanya manusia dan pada abad nuklir ini perang menjadi semakin canggih. Perang dengan berbagai latar belakangnya selalu bermuatan politik, serta cenderung tidak terkendali dan tidak manusiawi, meskipun pada akhirnya perang mengakibatkan penderitaan bagi semua pihak namun diperlukan adanya perlidungan kepada penduduk sipil dan orang sipil (civilian) khususnya perlindungan kepada anak.
Menurut Larry May dari Washington University, Amerika Serikat mengatakan ada beberapa argumen moral yang biasa dijadikan pegangan sehingga perang atau konflik bersenjata menjadi diterima sebagai “sesuatu” yang benar. Secara teoritis ini juga yang sering digunakan oleh kalangan militer di Indonesia dalam membenarkan perlunya mengangkat senjata dalam melawan “musuh”, siapapun mereka. Alasan – alasan tersebut, yaitu: (1) Prinsip membela diri (2) Berkaitan dengan adanya suatu permintaan/kewajiban bahwa kita semua diminta/wajib untuk membantu orang – orang yang tidak bersalah yang menderita. (3) Kekerasan senjata “terpaksa” digunakan untuk mencegah kejahatan yang lebih besar lagi.
Sejalan dengan perkembangan situasi maka istilah perang kemudian digantikan dengan sangketa bersenjata (armed conflict). Hal ini dikarenakan orang berusaha untuk agresor. Tetapi dalam kenyataannya tetap ada konflik yang secara teknis intensitasnya sama dengan perang. Menurut beberapa ahli hukum, istilah ini dianggap lebih sesuai karena lebih masuk akal.
Karl Joseph Partsch membedakan anatara sangketa bersenjata internasional (international armed conflict) dan sanketa bersenjata non-internasional (non international armed conflict. Kedua istilah ini dapat ditemukan pada Konvensi Janewa 1949.
Ketika perang atau konflik bersenjata terjadi banyak kerusakan-kerusakan/kerugian yang muncul baik itu bentuknya materi maupun psikis. Untuk meminimalkan kerusakan – kerusakan tersebut maka kemudian dikenal teori – teori yang bertujuan untuk memanusiawikan perang / konflik bersenjata yang terjadi tersebut. Dikenallah teori mengenai Perang yang Adil/Just War Theory yang dikemukakan oleh Douglas P. Lackey, seorang profesor filsafat dari City University, New York. Meskipun dalam teori ini terungkap bahwa perang dapat dibenarkan.
Berkembangnya negara-negara fasis seperti Italia, Jerman, dan Jepang membuat situasi politik di kawasan Eropa semakin menghangat, dan diwarnai dengan ketegangan yang mendorong terjadinya Perang Dunia II.
Berjalannya Perang Dunia II senada dengan sebuah kisah yang menceritakan tentang sebuah dunia yang eksotik dan misterius di Jepang pada awal tahun 1930-an. Kisahnya berlatar pada era sebelum Perang Dunia II berkecamuk. Saat itu, seorang gadis kecil bernama Chiyo (Suzuka Ohgo) dan kakak perempuannya dibawa ke kota Kyoto untuk bekerja sebagai pelayan di sebuah rumah geisha.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakng masalah di atas dapat ditarik rumusan maslah sebagai berikut:
1.      Apa yang melatarbelakangi terjadi perang Perang Dunia II?
2.      Bagaimana dampak Perang Dunia II terhadap masyarakat
3.      Bagaimanakah kisah seorang Chiyo (Suzuka Ohgo) yang bekerja di sebuah rumah geisha pada saat Perang Dunia II?

C.    Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui apa yang melatarbelakangi terjadinya perang Dunia II.
2.      Untuk mengetahui dampak Perang Dunia II terhadap masyarakat
3.      Untuk mengetahui kisah dari seorang gadis bernama Chiyo (Suzuka Ohgo) yang bekerja di sebuah rumah geisha pada saat Perang Dunia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Defenisi Peperangan
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, perang berarti permusuhan antar dua negara (bangsa, agama, suku, dsb), dan dapat pula berarti pertempuran besar bersenjata antara dua pasukan (tentara, laskar, pemberontak, dsb) atau lebih yang disertai pertempuran bersenjata.
             Dalam arti sempit, perang diartikan sebagai kondisi permusuhan dengan menggunakan kekerasan. Perang secara tradisional di maknai sebagai pertikaian bersenjata, di era modern, perang lebih mengarah pada superioritas teknologi dan industri, hal ini tercermin dari doktrin angkatan perangnya seperti " Barang siapa menguasai ketinggian maka menguasai dunia ", hal ini menunjukkan bahwa penguasaan atas ketinggian harus dicapai oleh teknologi.
            Jadi dapat disimpulkan bahwa perang adalah sebuah aksi fisik dan non fisik antara dua kelompok atau lebih untuk melakukan dominasi di wilayah yang dipertentangkan. Namun kata perang tidak lagi berperan sebagai kata kerja, namun sudah bergeser pada kata sifat, yang mempopulerkan hal ini adalah para Jurnalis, sehingga lambat laun pergeseran ini mendapatkan posisinya, namun secara umum perang berarti "pertentangan“. Melihat lebih teliti mengenai definisi ‘perang’ yang telah didefinisikan, perang haruslah menyangkut conflict antara dua negara atau lebih yang dikontraskan sebagai konflik laju yang sifatnya sementara. Harus melibatkan negara yang berkuasa, dimana peraturan sipil dilanggar dan terjadinya demonstrasi-demonstrasi.  Juga suatu negara yang berjuang melawan negara lain dan bukan untuk seserang yang sifatnya individu ataupun untuk suatu group didalam negara yang bersangkutan.
B.     Penyebab Terjadinya Peperangan      
Ada beberapa penyebab terjadinya perang di antaranya adalah:
v  Perbedaan ideologi
v  Keinginan untuk memperluas wilayah kekuasaan
v  Perbedaan kepentingan 
v  Perampasan Sumber Daya Alam (minyak, hasil pertanian, dll)
            Peperangan adalah suatu jenis tingkah laku dari sekian banyak tingkah laku manusia di dunia ini. Dan karena perang adalah “tingkah laku” maka penyebab perang dapat dilihat dari beberapa pendekatan yang dipakai untuk memahami tigkah laku yang dapat digolongkan ke dalam 4 pendekatan, yaitu :
  1. Pendekatan motivasional
Sumber penyebab terjadinya peperangan menurut pendekatan motivasional terdapat di dalam diri manusia, bukan hal-hal yang ada di dalam diri manusia.
  1. Pendekatan  untung-rugi  (reinforsemen)
Menurut pendekatan untung-rugi setiap perbuatan yang diikuti oleh keuntungan atau terhindar dari kerugian berkecenderungan untuk dilakukan.  Jika ditinjau dari pendekatan “untung-rugi”, peperangan timbul oleh karena orang mengharapkan “keuntungan” dari peperangan yang dilakukan. Melihat dari sejarah tampaknya banyak hal yang mendukung pendekatan untung rugi. Misalnya banyak peperangan yang dilakukan dengan tujuan kolonialisasi atau “ekspansi territorial” yang kesemuanya dapat memberikan keuntungan secara ekonomis. 
  1.  Pendekatan  struktural
Pendekatan struktural melekat masalah pada struktur kehidupan yang ada di masyarakat sebagai sumber terjadinya konflik, kekerasan, atau peperangan. Adanya Strata didalam kehidupan bermasyarakat dan kehidupan bernegara dapat menjadi sumber pertikaian; apabila Strata tersebut menjadi sumber ketidak adilan. Stratifikasi sosial seperti golongan kaya, golongan menengah, dan golongan miskin dapat menjadi sumber bentrokan apabila tidak adilnya distribusi hasil-hasil pembangunan suatu negara, ledakan sosial yang manifestasinya berupa kekerasan dapat mudah terjadi.
Ditinjau dari pendekatan struktural, apabila “kepentingan” suatu kelompok terancam oleh kelompok lain maka anggota kelompok akan menggunakan perang sebagai cara untuk memperoleh “kepentingan” tersebut.                  
  1.  Pendekatan  kognitif
Pendekatan psikologis yang akhir -akhir ini sangat popular di dalam usaha memahami perilaku manusia ialah pendekatan kognitif. Proses kognitif yang seringkali dibicarakan dalam kaitan dengan terjadinya konflik internasional ialah proses persepsi yang keliru (misperception) di dalam menanggapi situsi internasional.
            Tokoh utama yang menggunakan pendekatan kognitif di dalam menganalisis konflik internasional ialah Ralph K. White. Menurut pendapat White, ada 6 hal yang merupakan mispersepsi yang seringkali menimbulkan konflik imternasional yaitu:
a.       Diabolical Enemy Image” (pandangan bahwa musuh jahat seperti  setan).
b.      Vipile Self Image” (pandangan bahwa diri sendiri jantan).
c.       “Moral Self Image” (pandangan bahwa diri sendiri adalah moralis)
d.      Selective Inatention” (tidak memperhatikan hal-hal yang bertentangan  dengan keyakinan).
e.       Absence of Empathy “ (tidak adanya rasa empati).
f.       Military Over Confidence” (keyakinan yang berlebih-lebihan akan kekuatan militer).
Jika kita tinjau kembali keempat pendekatan tersebut, maka pedekatan reinforsemen, pendekatan kognitif dan pendekatan struktural lebih mampu menampilkan argumentasi tentang dasar-dasar terjadinya perang. Perang adalah suatu taktik yang dipakai untuk memperoleh “positive reinforsemen”. Ditinjau dari pendekatan Struktural apabila “kepentingan” suatu kelompok terancam oleh kelompok lain maka anggota kelompok akan menggunakan perang sebagai cara untuk memperoleh “kepentingan” tersebut. Menggunakan bahasa psikologi, “kepentingan”, apakah kepentingan itu politik, ekonomi, sosial, atau lainnya, adalah “positive reinforsemen”. Perang seringkali terjadi oleh karena adanya mispersepsi bahwa kepentingan kelompok terancam kelompok lain.                             
C.    Jenis-jenis Peperangan
Ada  beberapa macam jenis perang, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Perang dingin  adalah perang yang tidak ada penggunaan kekerasan bersenjata secara terbuka, namun kondisi dan suasana antara dua pihak yang bertentangan sangat mirip dengan keadaan perang.
Perang Dingin adalah sebutan bagi sebuah periode di mana terjadi konflik, ketegangan, dan kompetisi antara Amerika Serikat (beserta sekutunya yang disebut Blok Barat) dan Uni Soviet (beserta sekutunya yang disebut Blok Timur) yang terjadi antara tahun 1947—1991. Persaingan keduanya terjadi di berbagai bidang: koalisi militer; ideologi, psikologi, dan tilik sandi; militer, industri, dan pengembangan teknologi; pertahanan; perlombaan nuklir dan persenjataan; dan banyak lagi. Istilah "Perang Dingin" sendiri diperkenalkan pada tahun 1947 oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut.
2.      Perang umum  adalah perang yang mengejar tujuan luas dengan menggunakan seluruh kemampuan negara dan dilakukan di seluruh dunia.  
v   Perang dunia
v  Perang ekonomi
v  Perang politik
v  Perang agama
v  Perang nuklir
3.      Perang terbatas  adalah perang yang terjadi antara dua bangsa saja atau perang yang tidak melibatkan banyak bangsa secara luas dilihat dari dari sudut tujuan, penggunaan kekuatan, dan lingkup wilayah.
v   Perang saudara
Dalam bahasa Inggris perang saudara disebut civil war yang secara harafiah artinya adalah "perang warga sipil" atau "perang madani". Perang Saudara merujuk kepada suatu jenis perang di mana bukan dua atau lebih negara yang menjadi kubu yang berlawanan namun beberapa faksi (=saudara) di dalam sebuah entitas politik. Tidak jarang sebuah perang saudara merupakan tanda awal perpecahan sebuah entitas politik.
Salah satu contoh perang saudara yaitu Perang Saudara Amerika yang terjadi antara 1861 dan 1865 di Amerika Serikat (AS). Sekelompok negara bagian di bagian selatan ingin merdeka, sedangkan pemerintahan dan negara-negara bagian di utara ingin menjaga AS tetap utuh.
v   Perang teluk
v   Perang suku
v   Perang antarnegara
v   Perang ekspansi

D.    Latar Belakang Tejadinya Perang Dunia II
Hal-hal yang melatarbelakangi terjadinya Perang Dunia II dapat digolongkan menjadi sebab umum dan sebab khusus.

a.      Sebab Umum
Berikut ini sebab-sebab umum terjadinya Perang Dunia II.
1.      Pertentangan antara paham liberalisme dan totaliterisme. Liberalisme memberikan kebebasan bagi warga negaranya sedangkan totaliterisme mengekang kebebasan warga negara.
2.      Persekutuan mencari kawan.
3.      Semangat untuk membalas dendam (revanche idea) karena kekalahan dalam PD I.
4.      Perlombaan senjata antarnegara.
5.      Pertentangan antarnegara imperialis untuk memperebutkan daerah jajahan.
6.      Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa dalam mewujudkan perdamaian dunia.

b.      Sebab Khusus ( casus bally bally)
Sebab khusus Perang Dunia II terjadi di dua kawasan yaitu kawasan Eropa dan kawasan Asia Pasifik. Berikut ini sebab-sebab khusus terjadinya Perang Dunia II.
1.      Di kawasan Asia Pasifik, penyerbuan Jepang terhadap pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour tanggal 7 Desember 1941.
2.      Di kawasan Eropa, serangan kilat (blitzkrieg) yang dilakukan Jerman atas Polandia pada tanggal 1 September 1939. Alasan penyerangan itu untuk merebut kembali kota Danzig (penduduknya bangsa Jerman). Dalam waktu singkat sebagian besar Polandia dikuasai Jerman.
Uni Soviet yang merasa keamanannya terancam, segera menyerbu Polandia dari arah Timur. Pada tanggal 3 September 1939 Inggris dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman. Dalam perkembangannya melibatkan banyak negara.
Negara-negara yang terlibat dalam Perang Dunia II juga tidak jauh berbeda dengan Perang Dunia I. Perang Dunia II dapat dikatakan merupakan ajang balas dendam bagi negara-negara yang kalah dalam PD I. Negara-negara yang terlibat terbagi dalam blok Sentral dan blok Sekutu. Berikut ini negara-negara yang terlibat dalam PD II.
a.       Blok Sentral yaitu Jerman, Italia, Jepang, Austria, Rumania, dan Finlandia.
b.      Blok Sekutu yaitu Inggris, Prancis, Rusia, RRC, Amerika Serikat, Austria, dan Polandia.
Secara umum PD II dibagi dalam 3 tahapan berikut.
a.       Tahapan pertama, blok Sentral melakukan ofensif dengan taktik serangan kilat.
b.      Tahapan kedua, merupakan titik balik. Blok Sentral bersifat defensif (bertahan) sedangkan blok Sekutu lebih banyak melakukan serangan.
c.       Tahapan ketiga, blok Sekutu mulai mencapai kemenangan.
Pada bulan Mei 1942, suatu serangan terhadap Australia terhenti dalam pertempuran di Laut Koral. Serangan serupa terhadap Hawai terhenti di Midway pada bulan Juni 1942. Pada bulan Agustus 1942 pasukan Amerika Serikat mendarat di Guadalkanal (Kepulauan Solomon) dan bulan Februari 1943 pihak Jepang telah dipukul mundur. Pada bulan Februari 1944 pasukan Amerika Serikat berhasil mengusir Jepang dari Kwayalein, di Kepulauan Marshall, dan Saipan di Kepulauan Mariana. Pada tanggal 6 Agustus 1945 Sekutu menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Akhirnya Jepang menyerah dan menandatangai perjanjian di atas kapal USS Missouri tanggal 2 September 1945 di Teluk Tokyo.
Blok Sentral pada khirnya harus menyerah kepada Sekutu pada bulan Mei 1945. Berikut ini beberapa faktor penyebab kekalahan Blok Sentral terhadap Sekutu.
a.       Blok Sentral tidak ditunjang oleh sumber-sumber kekayaan alam yang mencukupi kebutuhan perang.
b.      Jumlah anggota kelompok Sekutu lebih banyak. Masuknya Rusia ke dalam blok Sekutu memperkuat blok tersebut.
c.       Sekutu memiliki daerah jajahan yang dapat menunjang kebutuhan perang.
d.      Blok Sekutu memiliki keunggulan teknologi persenjataan daripada Blok Sentral.
Berakhirnya Perang Dunia II juga ditandai dengan penandatanganan berbagai macam perjanjian. Berikut ini beberapa perjanjian yang mengakhiri PD II.

E.     Dampak dari Perang Dunia II Terhadap Kehidupan Masyarkat
 Perang Dunia II memberikan dampak yang luas dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut ini dampak PD II dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan kerohanian.
a.      Bidang Politik
Kemenangan pihak sekutu (Inggris, Perancis, Amerika Serikat, dan Uni Soviet) dalam mengakhiri Perang Dunia II tidak terlepas dari peran Amerika Serikat dalam memberikan bantuan (perlengkapan, tentara,dan persenjataan) yang mampu mempercepat berakhirnya perang dengan kemenangan di tangan Sekutu. Perang Dunia II telah menghancurkan hegemoni negara-negara besar seperti Inggris, Perancis, Spanyol, dan Portugis yang sudah berabad-abad memegang kendali kekuasaan di berbagai belahan dunia.
Muncul masalah baru yaitu adanya pertentangan kepentingan dan persaingan perebutan hegemoni antara negara anggota sekutu dalam usaha untuk menjadi negara yang paling berpengaruh dan berkuasa di dunia hingga melahirkan dua negara adikuasa (kekuatan raksasa) yaitu Amerika Serikat (kuat secara material) dan Uni Soviet (kuat secara psikologis) yang mengambil alih hegemoni tersebut.
Uni Soviet dan Amerika Serikat saling berlomba menanamkan penagruhnya pada negra lain dengan berbagai cara sehinga dampaknya negara-negara di dunia terbagi menjadi 2 dimana negara-negara Eropa Timur, Jerman Timur dan beberapa negara Asia seperti Cina, Korea Utara, Kamboja, Laos dan Vietnam berada dibawah pengaruh Uni Soviet yang selanjutnya dikenal dengan Blok Timur. Sementara negara-negara Eropa Barat dan banyak negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin berada dibawah kekuasaan Amerika Serikat yang selanjutnya dikenal dengan Blok Barat.
Kedua negara adikuasa tersebut memiliki ideologi yang berlawanan dimana Amerika Serikat dengan ideologi Liberalis-Kapitalis(paham yang mengutamakan kemerdekaan individu sebagai pangkal dari kebaikan hidup) sementara Uni Soviet dengan ideologi Sosialis-Komunis(paham yang menghendaki suatu masyarakat disusun secara kolektif agar menjadi masyarakat yang bahagia). Sistem politik dan ekonomi internasional mengalami polarisasi yaitu liberalisme versus sosialisme-komunisme.
Munculnya politik memecah belah dimana terjadi perpecahan dari berbagai negara sebagai dampak dari persaingan pengaruh dua negara adikuasa tersebut, seperti negara Jerman, Korea, dan Vietnam(Indo Cina) berdasarkan ideologi liberal dan sosialis-komunis.
Dibentuklah pakta pertahanan untuk saling mengimbangi kekuatan lawan dimana Amerika Serikat membentuk NATO (North Atlantic Treaty Organization) atau Organisasi Pertahanan Atlantik Utara sementara Uni Soviet membentuk Pakta Warsawa(1955) dengan anggota Uni Soviet, Albania, Bulgaria, Cekoslowakia, Jerman Timur, Hongaria, Polandia, dan Rumania.
Berdirinya pakta pertahanan memunculkan rasa saling curiga dan perlombaan persenjatan antara kedua belah pihak sehingga menimbulkan Perang Dingin.
Munculnya negara-negara baru dan merdeka di Asia-Afrika yang merupakan bekas jajahan bangsa barat seperti Indonesia, India, Pakistan, Srilanka, dan Filipina. (dampak positif)
b.      Bidang Ekonemi
Perekonomian dunia terbagi atas sistem ekonomi liberal, sistem ekonomi terpusat pada negara, dan sistem ekonomi campuran. Dimana sistem ekonomi liberal berlaku di negara-negara kapitalis. Sistem ekonomi terpusat pada negara berlaku di negara-negara komunis. Dan sistem ekonomi campuran berlaku di negara-negara yang baru merdeka.
Sistem ekonomi kapitalis diterapkan di Eropa Barat dan Amerika Serikat mempraktekkan konsep negara sejahtera (welfare state) sehingga menyediakan dana sosial yang besar untuk mensubsidi kesehatan, pendidikan, pensiunan, dan dana sosial lainnya bagi masyarakat.
Amerika Serikat memanfaatkan keadaan dimana banyak negara yang membutuhkan bantuan ekonomi untuk memperbaiki negaranya (dengan menanamkan pengaruhnya) jika tidak maka negara-negara tersebut akan masuk dalam pengaruh kekuasaan ideologi komunis Uni Soviet. Maka Amerika tampil sebagai negara kreditor bagi negara-negara di luar pengaruh Uni Soviet. Dengan bantuan tersebut selanjutnya mampu membuat kedudukan Amerika menjadi kuat sebab ia berhasil menciptakan ketergantungan negara peminjam pada Amerika.
c.       Bidang Sosial
Semakin kuatnya kedudukan golongan cerdik pandai (para ilmuwan) Munculnya gerakan sosial untuk membantu memulihkan kesejahteraan rakyat yang porak-poranda akibat perang dengan mendirikan lembaga internasional untuk memelihara perdamaian dunia. Hal ini terwujud dengan berdirinya Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nations).
Amerika Serikat membentuk badan guna menghindari jatuhnya korban lebih banyak dengan nama United Nations Relief Rehabilitation Administration (UNRRA). Tugas pokok badan ini adalah meringankan penderitaan dan memulihkan daya produksi rakyat yang tinggal di daerah bekas pendudukan Jerman. Bantuan yang diberikan berupa makanan, pakaian, bibit tanaman, hewan ternak, alat-alat perindustrian, dan rumah sakit. UNRRA (satu bagian dari PBB) dibubarkan sebab tugas untuk memberikan bantuan pembangunan kembali negara Eropa telah dilaksanakan oleh European Reconstructions Plan atau yang dikenal dengan Marshall Plan.

F.     Kisah Chiyo (Suzuka Ohgo) yang bekerja di Sebuah Rumah Geisha Pada Saat Perang Dunia II


Munculnya fasisme Jepang tidak dapat dipisahkan dari Restorasi Meiji. Berkat Restorasi Meiji, Jepang berkembang menjadi negara industri yang kuat. Majunya industri tersebut membawa Jepang menjadi negara imperialis. Jepang menjadi negara fasis dan menganut Hakko I Chiu. Fasisme di Jepang dipelopori oleh Perdana Menteri Tanaka, masa pemerintahan Kaisar Hirohito dan dikembangkan oleh Perdana Menteri Hideki Tojo. Untuk memperkuat kedudukannya sebagai negara fasis, Kaisar Hirohito melakukan beberapa hal (1) Mengagungkan semangat bushido. (2) Menyingkirkan tokoh-tokoh politik yang anti militer. (3) Melakukan perluasan wilayah ke negara-negara terdekat seperti Korea, Manchuria, dan Cina. (4) Memodernisasi angkatan perang. (5) Mengenalkan ajaran shinto Hakko I Chiu yaitu dunia sebagai satukeluarga yang dipimpin oleh Jepang.

Kisah Chiyo (Suzuka Ohgo) yang Bekerja di Sebuah Rumah Geisha
Dunia yang eksotik dan misterius di Jepang pada awal tahun 1930-an. Kisahnya berlatar pada era sebelum Perang Dunia II berkecamuk. Saat itu, seorang gadis kecil bernama Chiyo dan kakak perempuannya yang bernama Satsu dibawa ke kota Kyoto untuk dijual oleh ayahnya dan bekerja sebagai pelayan di sebuah rumah geisha. Selama bekerja disana, Chiyo diperlakukan dengan kasar, bahkan kerap dipukuli. Karena tak tahan lagi, ia dan sang kakak pun berencana untuk kabur. Namun sayang, mereka gagal bertemu kembali di tempat tujuan yang sudah ditentukan, karena Chiyo berhasil tertangkap dan segera dikembalikan ke rumah geisha itu.
Kemudian, Chiyo harus menjalani kehidupan yang berat dibawah tekanan sang pemilik rumah geisha, Mother karena terancam menjadi pelayan seumur hidup. Ia pun dipaksa menjadi pembantu seorang geisha yang paling terkenal di Kyoto, Hatsumomo. Suatu ketika, Pada saat meratapi nasibnya di sungai Shirakawa bertemu dengan Tuan Imamura Ken. Tak hanya itu, diluar kebiasaan yang yang terjadi, pria terhormat ini mendekati dan menghiburnya dengan membelikan es krim dan memberikan saputangan miliknya.. Pada saat itu Sayuri bertekad akan menjadi geisha. Tekadnya itu digenggam kuat-kuat demi mendapat kesempatan bisa bertemu lagi dengan pria itu suatu hari nanti.
Waktu pun berlalu, dan impian Chiyo menjadi kenyataan saat saingan Hatsumomo, bernama Mameha datang dan mengajarinya semua teknik yang diperlukan untuk menjadi seorang geisha. Mulai dari menari tarian tradisional (tachikata), bernyanyi (jikata), memainkan shamisen (kecapi khas jepang), merangkai bunga, mengenakan kimono, mengerti tata cara seremonial minum teh secara formal, menuang the sesensual mungkin. Tak hanya itu, Mameha pun mengganti nama Chiyo yang sudah cukup dewasa menjadi Sayuri.
Tak lama berselang, Sayuri pun tumbuh menjadi seorang geisha yang sangat sukses hingga membuat geisha lain, termasuk Hatsumomo, dengki dan iri hati. Segala hal dilakukan oleh hatsumomo sepeti pukulan, tamparan keras dilakukan pada sayuri. Namun sayuri tetap menghadapinya dengan tabah dan sabar.














BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
                        Perang diartikan sebagai kondisi permusuhan dengan menggunakan kekerasan yang merupakan sebuah aksi fisik dan non fisik antara dua kelompok atau lebih untuk melakukan dominasi di wilayah yang dipertentangkan. Dan adapun beberapa penyebab terjadinya perang , yaitu :
  1. Pendekatan  untung-rugi  (reinforsemen)
  2.  Pendekatan  struktural
  3.  Pendekatan  kognitif
            Ada  beberapa macam jenis perang, diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Perang dingin
  2. Perang  umum
  3. Perang terbatas






DAFTAR PUSTAKA
www///http geogle.com Tindak Perkosaan Di Waktu Perang Pengertian Perang/Konflik Bersenjata Dalam Hukum Humaniter Februari 2011.
www///http geogle.com Crayonpedia Perang Dunia II. Februari 2011.
1http://www.blc-burma.org/html/Constitution/1974.html
www///http geogle.com ‘MEMOIRS OF A GEISHA’ Ketika Kecantikan Hati Bicara Posted on Wednesday, June 4, 2008 by deltapapa







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar